Demi Nonton Soneta Grup, Menembus Jarak dan Melewati Segala Kesulitan

Pada umumnya, penggemar berat sebuah grup musik memang sering membuat orang geleng-geleng kepala. Tingkah mereka kadang sulit dipahami oleh orang biasa. Ada yang menirukan gaya berpakaian idolanya, berburu tanda tangan di rilisan fisik koleksi pribadi, hingga rela menginap di hotel tempat sang idola bermalam. Sebagian lagi mengikuti gaya hidup idolanya, mencoba makanan favoritnya, bahkan memburu setiap jadwal pertunjukan ke mana pun grup band tersebut tampil. Dalam tingkat fanatisme yang lebih ekstrem, ada pula penggemar yang sampai melakukan hal-hal di luar nalar, seperti meminum air sisa minum idolanya.

Fenomena seperti itu ternyata juga dapat ditemukan di kalangan penggemar Rhoma Irama dan Soneta Group yang tergabung dalam FORSA. Kecintaan mereka kepada sang Raja Dangdut seolah tidak mengenal batas. Di berbagai kesempatan, saya sering menjumpai anggota FORSA berebut untuk sekadar bersalaman, meminta tanda tangan, atau mengabadikan momen lewat foto bersama Rhoma Irama. Bagi mereka, kesempatan seperti itu adalah momen langka yang belum tentu bisa terulang kembali.

Namun, dari sekian banyak bentuk fanatisme tersebut, ada satu hal yang paling menarik perhatian saya, yaitu kesediaan sebagian anggota FORSA untuk mengikuti pertunjukan Soneta Group ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar pulau. Tidak sedikit yang rela mengorbankan waktu, tenaga, biaya, dan kenyamanan demi bisa menyaksikan langsung penampilan idolanya di atas panggung.

Salah satu sosok yang cukup menggambarkan kegigihan itu adalah Zaenal, anggota FORSA asal Karawang. Menurut saya, ia termasuk penggemar yang sangat nekat. Demi menonton Soneta Group, Zaenal pernah berangkat hingga ke Lombok dan Kalimantan, dua daerah yang tentu sangat jauh dari tempat tinggalnya. Perjalanan panjang itu tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya ia mengalami kesulitan saat hendak pulang dan akhirnya harus dibantu oleh sesama anggota FORSA di daerah lain. Namun anehnya, pengalaman sulit tersebut tidak membuatnya kapok. Ia justru kembali melakukan perjalanan-perjalanan serupa demi menyaksikan Soneta Group tampil secara langsung.

Fans lain yang juga menarik perhatian saya adalah Andi Surya asal Surabaya. Sosoknya hampir selalu terlihat dalam berbagai kegiatan Soneta Group. Ia sering tertangkap kamera hadir di pertunjukan Soneta di luar Pulau Jawa, menginap di hotel yang sama dengan rombongan Soneta, hingga datang ke Soneta Records di Depok hanya untuk bertemu dan berfoto bersama Rhoma Irama. Seolah tidak ingin melewatkan satu momen pun, Andi selalu hadir di berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Soneta Group.

Yang paling menarik, setiap kehadirannya Andi hampir selalu membawa koleksi piringan hitam miliknya untuk ditandatangani Rhoma Irama. Piringan-piringan hitam itu bukan sekadar barang koleksi biasa. Bagi seorang penggemar sejati, benda-benda tersebut adalah harta berharga yang menyimpan kenangan, kebanggaan, dan kecintaan terhadap karya sang idola. Ketika tanda tangan Rhoma Irama tergores di atas sampul piringan hitam itu, nilainya seakan berubah menjadi artefak penuh sejarah bagi pemiliknya.

Begitulah bentuk “kegilaan” para anggota FORSA terhadap Rhoma Irama dan Soneta Group. Mungkin bagi sebagian orang hal itu terlihat berlebihan. Namun bagi mereka, perjalanan jauh, antre berjam-jam, hingga rela mengeluarkan banyak biaya adalah bagian dari perjuangan dan kepuasan batin sebagai penggemar. Di balik semua itu, tersimpan pula rasa persaudaraan yang kuat antaranggota FORSA. Mereka saling membantu, saling mengenal, dan dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap musik Soneta.

Pada akhirnya, FORSA bukan hanya sekadar komunitas penggemar. Ia telah menjadi rumah bagi orang-orang yang memiliki rasa cinta, loyalitas, dan penghormatan besar terhadap karya Rhoma Irama dan Soneta Group. Dari panggung ke panggung, dari kota ke kota, semangat itu terus hidup, seperti irama gendang dangdut yang tak pernah benar-benar berhenti berdentum.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *