Nama Rhoma Irama sudah lama melekat di hati masyarakat Indonesia. Ia bukan hanya penyanyi dangdut, tetapi juga figur yang punya perjalanan panjang, karya yang konsisten, dan citra yang kuat. Dari generasi orang tua sampai anak muda, banyak yang tumbuh dengan lagu-lagunya.
Karena itu, ketika Rhoma muncul dalam sebuah iklan, publik tidak melihatnya sebagai sekadar artis yang sedang mempromosikan produk. Ada rasa percaya yang ikut hadir.
Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah keterlibatannya dalam materi promosi Pocari Sweat. Produk ini dikenal sebagai minuman untuk mengganti cairan tubuh dan menjaga stamina. Jika dikaitkan dengan sosok Rhoma yang dikenal aktif manggung sejak puluhan tahun lalu, pesan yang muncul terasa masuk akal. Orang melihatnya sebagai figur yang tahu pentingnya menjaga kondisi tubuh.
Di sini letak kekuatannya. Kepercayaan yang sudah dibangun Rhoma selama bertahun-tahun ikut menempel pada produk yang ia bintangi. Publik merasa, kalau figur yang mereka hormati bersedia tampil dalam iklan tersebut, berarti produknya layak dipertimbangkan.
Rhoma juga pernah terlibat dalam kampanye aplikasi investasi seperti Bibit, khususnya yang mengangkat tema investasi syariah. Pemilihan dirinya dinilai cocok karena ia dikenal memiliki citra religius dan konsisten menyuarakan nilai moral. Brand yang ingin menonjolkan pesan kepercayaan dan prinsip syariah tentu membutuhkan figur yang sejalan dengan pesan tersebut.
Dari beberapa contoh itu, terlihat bahwa keberhasilan sebuah iklan tidak hanya ditentukan oleh seberapa terkenal bintangnya. Yang lebih penting adalah kecocokan antara karakter artis dan produk yang diiklankan. Kalau tidak cocok, iklan bisa terasa dipaksakan dan kurang meyakinkan.
Rhoma punya modal besar dalam hal ini: citra yang stabil. Ia jarang berubah arah demi mengikuti tren sesaat. Justru karena konsistensinya itulah banyak orang tetap menghormatinya sampai sekarang. Loyalitas penggemarnya pun bukan hanya soal musik, tetapi juga soal nilai yang ia bawa.
Tentu saja, brand tetap harus berhati-hati. Figur yang sangat kuat bisa saja membuat orang lebih ingat pada artisnya daripada produknya. Karena itu, konsep iklan harus dirancang dengan matang agar keduanya saling menguatkan.
Di era ketika banyak selebritas muncul dan hilang dengan cepat, kehadiran figur seperti Rhoma Irama menunjukkan satu hal penting: kepercayaan tidak dibangun dalam semalam. Dan ketika kepercayaan itu dipadukan dengan strategi yang tepat, sebuah produk bisa mendapatkan nilai lebih di mata masyarakat.

