Laporan dari Konser Selebrasi 55 Tahun Soneta

Konser Selebrasi 55 Tahun Soneta yang digelar pada 13 Desember 2025 di Jakarta International Velodrome berlangsung sebagai peristiwa monumental dalam sejarah musik dangdut Indonesia. Sejak sekitar pukul tiga sore, kawasan venue sudah mulai dipadati penonton dari berbagai daerah. Penukaran tiket elektronik menjadi gelang berjalan tertib dan lancar, mencerminkan kesiapan panitia menyambut lautan penggemar. Atmosfer kekeluargaan begitu terasa, dengan penonton yang datang tidak hanya untuk menyaksikan konser, tetapi juga untuk merayakan perjalanan panjang Soneta yang telah menemani kehidupan mereka selama lebih dari setengah abad. Waktu seolah berjalan lebih cepat, karena sejak sore hari, aura perayaan sudah menyelimuti Velodrome.

Menjelang petang, rangkaian acara diisi oleh DPP Forsa melalui Silaturrahim Nasional yang dihadiri berbagai DPW dan DPC Forsa dari seluruh Indonesia. Momen ini menjadi ajang temu kangen, berbagi cerita, dan memperkuat ikatan persaudaraan antar penggemar Soneta lintas daerah. Musik pengiring dari Forsa mengalun santai, menambah hangat suasana. Photobooth yang disediakan panitia tak pernah sepi, dipadati penonton yang ingin mengabadikan kehadiran mereka dalam konser bersejarah ini. Stand marcendise juga ramai dikujungi fans untuk membeli produk-produk seperti kaos, syal, jaket dan lain-lain. Spanduk, kaus, dan atribut Soneta tampak di mana-mana, menjadikan area luar Velodrome sebagai ruang nostalgia yang hidup sebelum pintu utama dibuka.

Open gate resmi dibuka pukul tujuh malam, dan penonton mulai mengisi kursi di dalam arena. Sepanjang jalannya konser, keterisian tribun menunjukkan antusiasme besar meski tidak sepenuhnya penuh. Kursi kategori Silver terisi sekitar 90 persen, Gold juga mencapai 90 persen, Platinum nyaris sempurna dengan 99 persen, sementara VVIP tercatat full booked. Beberapa kursi kosong masih terlihat di tribun atas, namun hal itu tidak mengurangi kemeriahan. Sorak sorai, nyanyian bersama, dan tepuk tangan terus menggema, menandakan bahwa energi penonton justru terpusat pada emosi dan kebersamaan, bukan sekadar angka keterisian.

Acara dibuka dengan penampilan spesial Rhoma Irama bersama Nicky Astria yang membawakan satu lagu pembuka penuh tenaga dan karakter kuat. Kolaborasi lintas genre ini langsung menyedot perhatian dan memantik adrenalin penonton. Selanjutnya, Rhoma Irama tampil bersama Yuni Shara membawakan dua lagu bernuansa lembut dan romantis, termasuk “Cuma Kamu” yang dinyanyikan dengan penghayatan mendalam. Arman Maulana kemudian mengambil alih panggung, membawakan dua lagu dengan vokal khasnya yang kuat dan emosional, menghadirkan warna berbeda namun tetap menyatu dalam semangat selebrasi. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh MC Abdel yang menjaga ritme acara tetap hangat, komunikatif, dan penuh canda segar.

Puncak konser menjadi momen paling dinanti ketika Rhoma Irama tampil bersama Soneta Grup, membawakan 12 lagu secara nonstop. Lagu-lagu legendaris seperti “Musik”, “Begadang”, “Nafsu Serakah”, “Mala Petaka”, “Gala-Gala”, “Kata Pujangga”, hingga “Santai” menggema dan dinyanyikan bersama puluhan ribu penonton. Lagu “Judi” dibawakan dengan judul yang disesuaikan menjadi “Judol”, sebagai kritik sosial yang tetap relevan dengan kondisi masa kini. Keunikan terjadi setelah dua lagu pertama, ketika sebagian penonton yang semula duduk mulai berdiri dan berjoged di sisi kanan dan kiri tribun, larut dalam irama dangdut Soneta. Konser ditutup tepat pukul 22.00 WIB, namun rasa di hati penonton terasa belum tuntas. Banyak yang pulang dengan senyum lelah bercampur puas, membawa pulang satu keyakinan bahwa Soneta, setelah 55 tahun, masih berdiri gagah di panggung sejarah musik Indonesia.

Dari konser kali ini, menurut saya pemilihan lagu-lagu yang dibawakan masih cenderung sama dengan konser-konser lainnya. Tidak ada lagu-lagu lama (selain lagu Begadang) yang dibawakan. Sesuai dengan judulnya, Konser Selebrasi 55 Tahun, bayangan saya lagu-lagunya mewakili setiap tahapan perjalanan Rhoma Irama dan Soneta Grup. Yang pasti, kita sebagai fans menunggu dilaksanakannya konser-konser serupa yang jauh lebih meriah.

Penulis: drhandri/suarasoneta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *