Nama Rhoma Irama tak pernah sekadar lewat dalam sejarah hiburan Indonesia. Ia bukan hanya Raja Dangdut yang menguasai panggung musik, tetapi juga sosok yang dengan percaya diri menyeberang ke layar lebar. Sejak dekade 1970-an, film-film yang dibintanginya hadir sebagai perpanjangan dari lagu-lagunya, membawa tema cinta, kritik sosial, hingga pesan moral dan religius yang tegas. Judul-judul film itu bukan sekadar etalase popularitas, melainkan penanda zaman, merekam denyut keresahan dan harapan masyarakat kelas bawah yang jarang mendapat ruang bicara.
Menariknya, daftar film yang pernah dibintangi Rhoma Irama membentuk narasi tersendiri tentang perjalanan karier dan sikap hidupnya. Dari judul-judul yang bernuansa romantis, penuh konflik batin, hingga yang frontal menyuarakan nilai keadilan dan keimanan, semuanya mencerminkan satu benang merah: konsistensi pesan. Setiap judul film terasa seperti pintu masuk menuju cerita yang sudah akrab di telinga lewat lirik-liriknya, namun diperdalam lewat adegan, dialog, dan visual yang membuat pesan itu lebih membumi dan sulit dilupakan.
Suarasoneta mencoba mendokumentasikan judul-judul film layar lebar yang pernah dibintangi Rhoma Irama selama karirnya di dunia music Indonesia.
| NO | JUDUL FILM |
| 1 | Oma Irama Penasaran (1976) |
| 2 | Gitar Tua Oma Irama (1977) |
| 3 | Darah Muda (1977) |
| 4 | Begadang (1978) |
| 5 | Berkelana I (1978) |
| 6 | Berkelana II (1978) |
| 7 | Raja Dangdut (1979) |
| 8 | Cinta Segitiga (1979) |
| 9 | Camelia (1979) |
| 10 | Perjuangan dan Doa (1980) |
| 11 | Melodi Cinta (1980) |
| 12 | Badai di Awal Bahagia (1981) |
| 13 | Sebuah Pengorbanan (1982) |
| 14 | Satria Bergitar (1983) |
| 15 | Cinta Kembar (1984) |
| 16 | Pengabdian (1984) |
| 17 | Kemilau Cinta di Langit Jingga (1985) |
| 18 | Menggapai Matahari I (1986) |
| 19 | Menggapai Matahari II (1987) |
| 20 | Nada-Nada Rindu (1987) |
| 21 | Bunga Desa (1988) |
| 22 | Jaka Swara (1990) |
| 23 | Nada dan Dakwah (1991) |
| 24 | Tabir Biru (1993) |
| 25 | Dawai Dua Asmara (2010) |
| 26 | Sajadah Ka’bah (2011) |
Pada akhirnya, deretan judul film yang pernah dibintangi Rhoma Irama bukan sekadar daftar karya sinema, melainkan arsip sikap dan keyakinan. Film-film itu lahir dari satu visi yang konsisten: hiburan harus punya arah, cerita harus punya makna. Di tengah industri yang sering tergoda pada sensasi sesaat, judul-judul tersebut justru bertahan sebagai pengingat bahwa film bisa menjadi medium dakwah sosial, tempat nilai moral, kritik ketimpangan, dan pergulatan batin manusia disampaikan tanpa perlu berbisik.
Kini, ketika judul-judul itu dibaca ulang atau ditonton kembali, kita tidak hanya bernostalgia, tetapi juga diajak bercermin. Ada kejujuran, keberanian, dan keteguhan sikap yang terasa semakin langka. Itulah sebabnya film-film Rhoma Irama tetap relevan dibicarakan, bukan karena siapa bintangnya semata, melainkan karena judul-judulnya menyimpan pesan yang masih berdetak hingga hari ini, seperti lagu lama yang tak pernah kehilangan makna. Di tulisan selanjutnya, kami akan buatkan synopsis masing-masing film.
Handrikelana/suarasoneta

