Editorial Suarasoneta: Rhoma Irama, 79 Tahun: Cahaya Perjalanan Sang Raja

Pada hari yang penuh karunia ini, 11 Desember 2025, Rhoma Irama tiba di usia 79 tahun. Usia yang bukan sekadar angka, melainkan jejak panjang seorang pejuang seni yang menjadikan musik sebagai medan dakwah, panggung sosial, dan bahasa kemanusiaan. Dari gang-gang kecil di masa muda hingga panggung raksasa bertabur gemerlap lampu, perjalanan Rhoma membentuk legenda yang berdiri bukan karena kebetulan, tetapi karena keyakinan yang tak pernah padam. Ia melewati era piringan hitam, kaset pita, CD, hingga gelombang digital, seakan setiap perubahan zaman adalah undangan baru bagi dirinya untuk terus bersuara.

Soneta menjadi poros perjalanan itu. Sejak berdiri pada 11 Desember 1970, Rhoma memahatnya menjadi laboratorium gagasan, tempat musik tidak hanya dimainkan tetapi dimaknai. Ia mengubah dangdut dari musik pesta menjadi ruang renungan. Lagu-lagunya seperti Taqwa, 135 Juta, atau Kerudung Putih menjelma mercusuar moral, menyala tanpa letih di tengah kegaduhan zaman. Rhoma menaruh kepalanya pada risiko, punggungnya pada perjuangan, dan hatinya pada rakyat. Bahkan ketika arus industri berubah cepat, Soneta tetap berdiri tegak seperti pohon besar yang akarnya menolak tercerabut.

Kini, pada umur 79, Rhoma berdiri sebagai simbol daya tahan. Bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai manusia yang melintasi badai fitnah, politik, tekanan industri, dan dinamika sosial. Ia belajar menghitung langkah, bukan dentuman tepuk tangan; belajar meracik keikhlasan, bukan sekadar popularitas. Perjalanan beliau mengajarkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kecepatan, tetapi dari kesetiaan pada nilai. Semangatnya yang masih menyala dalam konser Selebrasi 55 Tahun Soneta yang akan datang menjadi bukti bahwa usia tidak pernah membatasi cahaya seseorang jika ia terus menjaga apinya.

Untuk itu Suarasoneta mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bang Haji Rhoma Irama. Semoga Allah memberikan kesehatan, panjang umur, kejernihan hati, dan kekuatan untuk terus berkarya. Dan bagi siapa pun yang membaca editorial ini, perjalanan Rhoma adalah ajakan halus agar kita tidak menyerah pada jalan yang kita yakini. Jika hidup terasa gelap, jadilah seperti Soneta: terus menyalakan suara. Jika dunia mencoba memadamkan langkahmu, ingat bahwa seorang anak kampung bisa menjadi legenda bila ia menjaga tekadnya tetap menyala. Selamat merayakan 79 tahun cahaya, Bang Haji. Dunia berguncang, tetapi inspirasimu tetap teguh, memantul dari masa lalu ke masa depan seperti gema yang enggan padam.

Penulis: drhandri/suarasoneta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *