Lima puluh lima tahun bukanlah perjalanan singkat. Ia adalah jejak panjang pengabdian, pengorbanan, dan keteguhan sikap. Di usia 55 tahun, Soneta Group bukan hanya sebuah grup musik, melainkan gerakan budaya dan dakwah yang telah menemani perjalanan bangsa. Konser Selebrasi 55 Tahun Soneta menjadi momen syukur sekaligus pengingat: bahwa musik dapat menjadi jalan ibadah, dan panggung dapat menjadi mimbar kebaikan.
Sejak awal berdirinya, Rhoma Irama dan Soneta Group telah menempatkan musik bukan semata hiburan, tetapi sarana menyampaikan pesan akidah, akhlak, dan keadilan sosial. Radio kemudian hadir sebagai perpanjangan tangan perjuangan itu. Melalui gelombang udara, lagu-lagu Soneta menembus batas geografis, masuk ke ruang-ruang keluarga, menjadi teman kerja, penenang hati, dan pengingat nilai. Dari radio AM di masa lalu hingga radio streaming hari ini, suara Soneta tidak pernah berhenti mengudara.
Di momen Konser Selebrasi 55 Tahun Soneta, Redaksi Suarasoneta memaknai radio sebagai medan dakwah yang tak kalah penting dari panggung konser. Jika konser adalah pertemuan fisik yang menggetarkan, maka radio adalah perjumpaan batin yang berlangsung terus-menerus. Suarasoneta hadir untuk memastikan bahwa gaung konser tidak berhenti ketika lampu panggung dipadamkan, tetapi terus hidup dalam siaran, doa, dan lantunan lagu-lagu perjuangan.
Kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada radio-radio dan program siaran di berbagai daerah yang tetap setia memutarkan lagu-lagu Rhoma Irama dan Soneta Group. Di saat industri hiburan semakin pragmatis, kesetiaan ini adalah bentuk keberanian dan keteguhan iman. Mereka adalah bagian dari barisan yang sama, barisan penjaga warisan Soneta, barisan yang menghidupkan dakwah melalui musik.

Konser Selebrasi 55 Tahun Soneta bukan sekadar perayaan usia, melainkan ikrar keberlanjutan. Bahwa Soneta akan terus berjalan, menyesuaikan zaman tanpa meninggalkan nilai. Bahwa dakwah harus terus disampaikan dengan bahasa yang bisa diterima umat, dan musik tetap menjadi wasilah yang efektif untuk itu. Dalam konteks inilah Suarasoneta memantapkan komitmennya sebagai radio 100 persen lagu dan dakwah Rhoma Irama, setia mengudara bagi umat dan bangsa.
Melalui editorial ini, kami mengajak seluruh FORSA, pecinta dangdut bermartabat, dan generasi muda Indonesia untuk menjadikan momen 55 tahun ini sebagai titik tolak kebangkitan. Datang ke konser adalah bentuk cinta, mendengarkan dan menyebarkan pesan Soneta adalah bentuk amal. Mari jadikan selebrasi ini sebagai penguat ukhuwah, pengingat amanah, dan pemantik semangat untuk terus menyuarakan kebenaran.
Akhirnya, di usia 55 tahun Soneta, Suarasoneta menegaskan satu komitmen: selama suara masih bisa disiarkan, dan selama lagu-lagu Rhoma Irama masih bisa diperdengarkan, selama itu pula dakwah Soneta akan terus hidup dan mengudara. Semoga Allah SWT meridhai setiap ikhtiar ini, menjadikannya amal jariyah bagi semua yang terlibat, dan memberkahi langkah Soneta menuju masa depan.
Penulis: drhandri/suarasoneta

