Ngefans Rhoma Irama, Dokter Ini Udarakan Radio Soneta dari Ruang Praktik

Ngefans Rhoma Irama, Dokter Ini Udarakan Radio Soneta dari Ruang Praktik


BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seorang laki laki menggunakan kaos putih dan berkacamata tengah mengoperasikan komputer di sebuah ruangan kecil.

Tidak begitu lama, suara raja dangdut Rhoma Irama mengalun dari ruang kecil yang berada di Jalan Makmur No 9 Dusun Sawah Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Tidak ada yang menyangka jika ruangan tersebut adalah ruang praktik dokter Handri Irawan (39). Selain berprofesi sebagai dokter, dia yang adalah Ketua Fans Rhoma dan Soneta Banyuwangi.

Seperti ruang periksa kebanyakan, ada tempat tidur, kursi serta meja untuk konsultasi. Yang membedakan adalah seperangkat komputer, mixer, serta dua mikrofon dan headphone di sudut ruangan.

Kepada Kompas.com, lelaki kelahiran 18 Oktober 1977 bercerita bahwa dia mendirikan radio streaming Suara Soneta sejak 28 Juni 2011. Saat ini, dia memiliki sekitar 600 koleksi pribadi lagu Rhoma Irama.

“Biasanya saya mulai siaran jam 4 sore saat praktik dan lagu-lagu akan diputar sampai jam 7 pagi. Kalau lagi senggang saya sapa pendengar biasanya komunikasinya lewat Facebook Suarasoneta Radiostreaming,” ungkap Handri.

Tidak tanggung-tanggung, aplikasi radio streaming yang dia kelola bisa diunduh dari aplikasi Android.

“Tinggal klik bisa mendengarkan lagu 100 persen Bang Rhoma yang original lewat smartphone,” katanya sambil tertawa.

Dia juga mempunyai nama sapaan dari pendengar, yaitu Handri Irama, dan sering berbagi info kesehatan kepada pendengarnya di sela pekerjaannya sebagai dokter.

“Tertular”

Dokter Handri mengaku sejak kecil sudah akrab dengan lagu-lagu dangdut yang dinyanyikan Rhoma Irama karena ibunya sering bersenandung.

Menurut dia, suara ibunya sangat mirip dengan Elvi Sukaisih, rekan duet Rhoma Irama. Kecintaannya pada musik dangdut juga dipengaruhi pamannya yang juga adalah penyanyi dangdut.

“Saat kecil, ibu saya suka nyanyi lagu-lagunya Elvi Sukaesih. Pak De saya yang penyanyi dangdut juga sering ngajak saya manggung,” kenang lelaki lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Malang tersebut.

Dia juga menilai, lagu Rhoma Irama memiliki kekuatan pada liriknya. Dia pun mulai mengkoleksi kaset milik Rhoma Irama sejak tahun 2006. Bukan hanya kaset dalam bentuk pita, tetapi juga rekaman lagu dalam bentuk piringan hitam.

Saat ini, ratusan koleksi kaset pita serta puluhan piringan hitam disusun di rak khusus di bagian rumahnya, termasuk pula koleksi 24 film yang dimainkan Bang Haji Rhoma Irama.

“Kalau siarannya di ruangan depan. Tapi untuk menyimpan koleksi saya ada ruang khusus dan bisa menghabiskan waktu seharian sambil dengerin lagu-lagu Rhoma Irama dan Soneta,” tuturnya sambil menunjukkan beberapa koleksi miliknya.

Suami dari Sri Rejeki itu pun secara fasih menceritakan perjalanan sejarah Rhoma Irama dan juga Soneta.

“Bang Haji berperan penting dalam sejarah musik Indonesia khususnya dangdut,” tuturnya.

Dia juga mengaku beberapa kali bertemu dengan artis idolanya tersebut saat berkunjung ke Banyuwangi.

“Saya juga pernah ke Jakarta untuk nemui beliau,” kenangnya.

Koleksi

Uniknya, istrinya sama sekali tidak menyukai lagu dangdut Rhoma Irama. Oleh karena itu, ruangan koleksinya sengaja ditaruh di bagian belakang rumah.

“Kalau di mobil, istri saya terpaksa dengarinnya,” katanya sambil tertawa,

Untuk menjaga koleksinya, dokter Handri tidak pernah meminjamkan koleksinya kepada orang lain. Jika ingin mendengarkan, dia mempersilahkan orang tersebut mendengarkan di ruangannya atau di radio yang dikelolanya.

Untuk menjaga koleksinya, dia juga memindah lagu-lagunya dalam bentuk digital.

“Saya rekam dalam bentuk MP3 agar gampang muternya di radio juga biar awet nggak rusak. Lagu-lagu itu barang langka,” ungkapnya.

Lelaki yang saat ini menjadi Direktur PKU Muhamadiyah Rgojampi tersebut juga mengaku banyak yang mendatanginya untuk meminta kopi koleksi lagunya bahkan ada yang berniat untuk membelinya.

“Saya menolak memberikan walaupun katanya mau dibeli. Ini koleksi yang sangat berharga buat saya,” pungkasnya.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2016/03/15/11570001/.Ngefans.Rhoma.Irama.Dokter.Ini.Udarakan.Radio.Soneta.dari.Ruang.Praktik


0 comments


Leave a reply